Sibuhuan, 13 April 2026 – Semangat dedikasi terpancar dari halaman kantor Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan pada Senin pagi ini. Di bawah langit yang menaungi Bumi Padang Lawas, seluruh aparatur Pengadilan Agama Sibuhuan berkumpul dalam barisan yang rapi untuk melaksanakan apel pagi rutin sebagai gerbang awal memulai pengabdian di pekan yang baru. Apel pagi kali ini memiliki esensi yang sangat krusial, mengingat saat ini PA Sibuhuan sedang berada dalam periode pengawasan oleh Tim Hakim Tinggi Pengawas Daerah (Hatiwasda) dari Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan.
Yang Bertindak sebagai Pembina Apel, Yang Mulia (YM) Rahmat Hartanto, S.H., memberikan arahan yang menyentuh berbagai aspek fundamental organisasi. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan empat poin utama yang menjadi pedoman bagi seluruh pegawai:
- Integritas Tanpa Kompromi: Beliau menegaskan bahwa integritas bukanlah sekadar slogan, melainkan fondasi utama bagi setiap aparatur peradilan. Menjaga kejujuran dan profesionalisme adalah harga mati dalam memberikan keadilan bagi masyarakat.
- Harmonisasi Selama Masa Pengawasan: Kehadiran Tim Hatiwasda PTA Medan harus disambut dengan kesiapan mental dan fisik. Pembina menghimbau agar aspek kedisiplinan dan kebersihan lingkungan kerja tetap dijaga dengan konsisten. Pesan ini juga dialamatkan secara khusus kepada para peserta PKL agar menjadikan momentum ini untuk belajar tentang disiplin kerja yang nyata.
- Pelayanan Data yang Responsif: YM Rahmat Hartanto.S.H. menginstruksikan seluruh jajaran agar bertindak kooperatif dan cepat tanggap terhadap setiap permintaan dokumen atau file dari tim pengawas. "Mari kita layani dengan ramah dan profesional, tunjukkan bahwa administrasi kita tertata dengan baik," tegasnya.
- Kesehatan sebagai Modal Utama: Menyadari kondisi cuaca yang sering berubah-ubah secara ekstrem belakangan ini, beliau mengajak seluruh keluarga besar PA Sibuhuan untuk proaktif menjaga kesehatan tubuh. Tubuh yang fit adalah modal utama untuk menjalankan tugas pelayanan publik secara optimal.
Ketegasan apel pagi ini juga didukung oleh performa para petugas yang bertugas dengan cekatan. Rinaldi Syaputra Nasution memimpin barisan dengan suara lantang sebagai Komandan Apel, sementara Sarah Fatima, S.Kom. memandu jalannya prosesi sebagai MC dengan pembawaan yang tenang dan elegan.
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, seluruh peserta menundukkan kepala sejenak dalam doa yang dipimpin oleh Ali Nasri Harahap, S.H. Doa bersama ini menjadi simbol permohonan kekuatan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh agenda kerja sepekan ke depan berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.